Energi Gelap dan Nasib Alam Semesta
Dalam kosmologi, energi gelap (dark
energy) adalah sesuatu bentuk hipotesis mengenai adanya energi yang
mengisi seluruh ruang dan memiliki tekanan negatif yang kuat. Menurut
teori relativitas umum, tekanan negatif ini bekerja melawan grafitasi.
Efek inilah yang sekarang paling sering dipakai untuk menjelaskan
pengembangan alam semesta yang dipercepat. dan juga adanya bagian besar
dari massa yang hilang dialam semesta.
Dua bentuk energi gelap yang usulkan adalah:- Konstanta kosmologi, yaitu bentuk energi yang kerapatanya tetap dan secara homogen mengisi ruang.
- quintessence, suatu medan dinamis yang kepadatan energinya dapat berubah dalam ruang dan waktu.
Membedakan kedua bentuk ini memerlukan
pengukuran berketelitian tinggi atas pengembangan alam semesta, untuk
dapat mengetahui bagaimana kecepatan pengembangan berubah terhadap
waktu.
Energi gelap atau dark energy
mengisi 70% ruang dialam semesta dan dengan demikian ia “memegang” nasib
dari alam semesta, begitu yang diungkapkan oleh ilmuwan. Beberapa
skenario yang akan terjadi nanti bergantung pada sifat energi gelap
tersebut. Salah satu teori adalah bahwa alam semesta ini akan
berakhir/kiamat dalam sebuah big rip (Kiamat Kosmik).
Inilah topik menarik yang dibahas oleh peneliti dari University
of Science and Technology of China, Institute of Theoretical Physics di
Chinese Academy of Sciences, Northeastern University dan Peking University. Penelitian mereka diberi judul “Dark Energy and fate of the Universe” dan diterbitkan dalam Sci China-Phys Mech Astron 2012, vol.55 No.7.
Selama ribuan tahun manusia telah
berfikir dari mana kita berasal? Dan kemana kita akan
pergi? Pertanyaan-pertanyaan seperti itu memunculkan berbagai perdebatan
teologis dan filosofis. Namun saat ini ilmuwan telah mendapat petunjuk
untuk menjawab semua pertanyaan itu.
Teori Big Bang digunakan untuk
meneliti asal usul alam semesta. Untuk menjelaskan kiamat, [peneliti
menggunakan sifat energi gelap sebagai kunci.
Sifat energi gelap akan menentukan nasib akhir dari alam semesta. dikutip astronomi.us dari spacedaily.com, Kamis
(26/07/2012), Secara khusus jika W<-1 akan="" bertambah="" dalam="" depan="" dialam="" dimasa="" disebut="" em="" energi="" gaya="" gelap="" grafitasi="" ini.="" inilah="" jumlah="" kepadatan="" maka="" mengobrak-abrik="" objek="" pada="" semesta="" semua="" suatu="" tak="" terbatas="" tolak="" waktu="" yang="">Big Rip -1>
yang berarti kiamat Kosmik.
bagaimana dengan objek terikat seperti
sistem tata surya kita? jawabanya adalah semua akan hancur karena
koyakan grafitasi tadi termasuk objek di sistem tatasurya. Namun objek
yang lebih erat ikatan grafitasi akan mampu bertahan lebih lama sebelum
akhirnya akan hancur juga.
Dengan mempelajari sifat-sifat dinamis
energi gelap tadi, ilmuwan berkesimpulan bahwa Big Rip atau Kiamat
Kosmik baru akan terjadi dalam waktu yang sangat lama.
Sumber: saduran MisyikatTafsirKontemporerAlquran edisi 96
Comments
Post a Comment