Koelkast dan Thermost

Tahukah anda bahwa kata “kulkas” berasal dari bahasa Belanda, yaitu “koelkast” Kata koelkast ini dikenal oleh masyarakat Indonesia karena pada waktu Belanda menjajah Indonesia, mereka membawa berbagai macam barang termasuk diantaranya kulkas.
Berabad-abad yang lalu sebelum kulkas ditemukan, orang-orang romawi kuno mengawetkan makanan menggunakan es yang mereka angkut dari puncak gunung. Sementara di meksiko, suku Aztek mengawetkan makanan menggunakan salju. Caranya, mereka menggali lubang berukuran besar. lalu, mereka melapisi bagian  dasar dan sekelilingnya dengan bilahan kayu atau jerami. Setelah itu, mereka mengisikan es atau salju ke dalamnya, dan menutupnya lagi dengan jerami. Barulah mereka meletakkan makanan, kemudian menutupnya dengan rapat. Dengan cara ini, bahan makanan jadi lebih awet.
Sedangkan orang-orang zaman dulu di china menggunakan “Tembaga Jian’ untuk menyimpan persediaan minuman mereka. Tembaga jian ini bisa dikatakan sebagai “kulkas” pertama didunia, yang tentu saja  tidak menggunakan listrik. Tembaga ini berbentuk kotak dan memiliki dua lapisan, yaitu lapisan bejana untuk menyimpan botol minuman dan lapisan tembaga.
Pada musim panas, es batu diletakkan diantara tembaga dan bejana sehingga botol minuman dalam bejana tetap dingin, Dimusim dingin, benda ini berfungsi sebagai termos, dimana air panas diletakkan diantara tembaga dan bejana sehingga botol minuman dalam bejana dapat dihangatkan.
Pada abad ke 18 orang-orang inggris mulai membuat kulkas yang lebih praktis. Namun pada waktu itu lemari es yang berhasil dibuat berukuran sangat besar, terbuat dari besi sehingga menjadi sangat berat. Kemudian pada 1879 seorang ilmuwan asal jerman bernama Carl Paul Gotfried Von Linde menggagas pembuatan kulkas yang lebih baik.
Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1911, oleh General Electric Company gagasan tersebut diwujudkan menjadi sebuah alat pendingin. Proyek pengerjaanya dipimpin oleh ilmuwan Prancis bernama Abbe Audiffren.
Adapun termos yang kita kenal sekarang, diawali penemuan vacuum flash (tabung hampa udara) oleh Sir James Dewar di Oxford University. Tabung yang ditemukan pada 1904 itu, menggantikan bejana yang selama ini terbuat dari kaca. Awalnya, termos adalah adaptasi tabung hampa udara untuk pengiriman dan penyimpanan gas cair. Namun, Dewar melihat peluang lain dari temuanya itu. Ia kemudian mengembangkan tabung hampa udaranya menjadi sebuah termos yang mampu mempertahankan suhu dingin dan panas.
Thermost flash yang berbentuk botol terbuat dari kaca berdinding rangkap, ruang diantara kedua dinding dibuat hampa dan satu dinding dalam ruang ini dilapisi perak. Bagian dalam termos adalah kaca mengkilap yang memantulkan kalor kembali kedalam.
Sementara bagian luar ddinding kaca dibuat mengkilap berlapis perak agar tidak terjadi perpindahan kalor secara radiasi. ruang hampa diantara bagian dalam dan luar berfungsi mencegah perpindahan kalor secara konveksi. Tutup termos terbuat dari bahan isolator, seperti gabus, untuk mencegah terjadinya perpindahan kalor secara konduksi.

Comments

Popular posts from this blog

Capture Paket HTTPS SSL TLS dengan wireshark

Kegaduhan Ransomware wannacry

Pengenalan Delay Tolerant Network